cintai lingkungan hidup di sekitar kita

welcome indonesian foretser's

Selasa, 20 September 2011

PENGENALAN GEOGRAFIK INFORMASI SISTEM (GIS) DENGAN ARCVIEW

PENGENALAN GIS
Oleh : Harry Kurniawan, S.Hut.

GIS singkatan dari Geographic Information System atau Sistem informasi Geografis. GIS merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk mengelola (input, manajemen, proses, dan output) data spasial atau data yang bereferensi geografis (memilki koordinat lokasi bumi). Setiap data yang merujuk lokasi di permukaan bumi dapat disebut sebagai data spasial bereferensi geografis. Misalnya data kepadatan penduduk suatu daerah, data jaringan jalan suatu kota, penyebaran pakan lebah, data distribusi lokasi pengambilan sampel, dan sebagainya.
Data GIS dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu data grafis dan data atribut atau tabular. Data grafis adalah data yang menggambarkan bentuk atau kenampakan obek dipermukaan bumi. Sedangkan data Atribut (tabular) adalah data diskriptif yang menyatakan nilai dari data grafis tersebut (menyimpan informasi tentang nilai atau besaran dari data grafis)

Gambar Data Grafis (titik, line, dan polygon)


Gambar Data Atribut (Tabular)

Struktur Data GIS ada 2 macam, yaitu vektor dan raster. Pada struktur data vektor, posisi objek dicatat pada sistem koordinat (peta tematik, berisi data point, line, dan polygon), Di sisi lain, objek pada struktur data raster disimpan pada grid 2 dimensi yaitu baris dan kolom (Citra Satelit, berisi data pixel-pixel atau grid-grid)



PROJECTION (Proyeksi)

Proyeksi adalah suatu cara dalam usaha menyajikan dari suatu bentuk yang mempunyai dimensi tertentu ke dimensi lainnya. Dalam hal ini adalah dari bentuk matematis bumi (Elipsoid atau Elip 3 dimensi) ke bidang 2 dimensi berupa bidang datar (kertas), dengan kata lain mengubah atau mentransfer bentuk bulat menjadi bentuk datar, seperti mengupas kulit jeruk dan menyambungkannya kembali ke bentuk datar.

Bentuk bumi yg selama ini kita liat adalah sebuah model bumi yg dibikin oleh manusia, kadang ada berbentuk bulat kadang berbentuk elips. Tp sebenarnya bukan seperti itu bentuk bumi, bentuknya adalah tidak beraturan. Dan biar lebih mudah ngegambarnya, akhirnya lebih umum menjadi bulat. Dan bentuk bulat ini di bikin datar oleh peta. Namanya juga peta, kan gambaran permukaan bumi dalam bidang datar

Oleh karena permukaan bumi ini tidak rata alias melengkung-lengkung tidak beraturan, akan tetapi peta membutuhkan suatu gambaran dalam bidang datar, maka diperlukan pengkonversian dari bidang lengkung bumi sebenarnya ke bidang datar agar tidak terjadi distorsi permukaan bumi

Berikut ukuran bumi dalam angka
Ellipticity : 0.003 352 9
Mean radius : 6,372.797 km
Equatorial radius : 6,378.137 km
Polar radius : 6,356.752 km
Aspect Ratio : 0.996 647 1

Pada prinsipnya arti proyeksi peta adalah usaha mengubah bentuk bidang lengkung ke bentuk bidang datar, dengan persyaratan bentuk yang diubah itu harus tetap, luas permukaan yang diubah harus tetap dan jarak antara satu titik dengan titik yang lain di atas permukaan yang diubah harus tetap.

Beberapa jenis proyeksi yang umum adalah silinder/tabung (cylindrical), kerucut (conical), bidang datar (zenithal) dan gubahan (arbitrarry).

Jenis proyeksi yang sering kita jumpai sehari-hari adalah proyeksi gubahan, yaitu proyeksi yang diperoleh melalui perhitungan. Jenis proyeksi yang sering di gunakan di indonesia adalah WGS-84 (World Geodetic System) dan UTM (Universal Transverse Mercator).

Dalam Arcview yang sering digunakan di Indonesia adalah proyeksi Geografik dan proyeksi UTM. Proyeksi Geografik memiliki nilai koordinat berbentuk derjat dan berlaku untuk dunia, sedangkan proyeksi UTM memiliki nilai koordinat berbentuk decimal dan memiliki zone yang berbeda untuk masing-masing wilayah, sebahagian besar wilayah Sumatera Utara pada system UTM berada pada zone 47 N.

PENGENALAN ARCVIEW 3.3

Project ArcView merupakan kumpulan dari dokumen-dokumen yang saling berhubungan dan bekerja secara bersama-sama pada satu sesion. Suatu project mengorganisasi dan menyimpan status dokumennya. Suatu project ArcView disimpan dalam file yang disebut project file, yang berformat ASCII dan mempunyai ekstension apr, misal deliserdang.apr. ArcView hanya dapat menampilkan satu project dalam satu sesion.
Setiap project terdiri dari beberapa dokumen yang meliputi View, Table, Chart, Layout dan Script.

View berfungsi menampilkan gambar peta yang dapat berisi beberapa layer informasi spasial, seperti administrasi, jalan, sungai, kota penggunaan tanah. Setiap layer tersebut dikenal dengan theme (tema). Jadi, view merupakan kumpulan detil geografi yang logis dengan karakteristik yang sama. Kita dapat mempunyai suatu view yang bernama Landuse yang mempunyai 4 theme yaitu jalan, sungai, pantai dan penggunaan tanah. View tampil pada satu windows tersendiri.

Table berfungsi untuk melakukan organisasi data tabular. Table menyimpan informasi yang menjelaskan setiap feature yang ada pada view, karena keduanya saling berhubungan (link). Dengan table kita dapat melakukan editing terhadap datanya.

Chart merupakan dokumen ArcView yang dapat menampilkan data tabular yang ada pada table ke dalam bentuk grafik, seperti grafik batang, area, lingkaran, garis, kolom dan sebaran titik. Dengan chart kita dapat dengan cepat melakukan organisasi data tabular ke dalam bentuk grafik.

Layout menyediakan teknik-teknik untuk menggabungkan isi dokumen-dokumen pada view, table dan chart serta komponen-komponen peta lainnya seperti arah utara, sekala, legenda dan teks judul, guna menciptakan peta yang siap untuk dicetak. Sebagai contoh, suatu layout dapat memiliki dua view, satu chart, satu tabel, arah utara, sekala, legenda dan judul.

Kita dapat menulis script (bahasa program) dengan aplikasi pengembangan bahasa yang disebut avenue, untuk membuat interface dan perintah otomasi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan. Dalam hal ini kita membuat suatu aplikasi untuk tujuan tertentu.














Gambar Keterangan pada Tampilan ArcView

- ArcView Window merupakan tempat dimana semua komponen dan dokumen disimpan, dan melakukan operasinya.
-
- Project Window memuat semua dokumen yang dapat dikelola dan diproses.

- Document Window merupakan tempat untuk menampilkan data-data berdasarkan dokumennya. Document Window untuk View berfungsi menampilkan gambar peta. Kita dapat menampilkan beberapa document window secara bersamaam.

- Menu Bar memuat menu-menu pulldown dari ArcView. Untuk mengakses menu tersebut dapat digunakan mouse atau dengan mengetik huruf yang sesuai pada keyboard. Menu bar akan berubah jika document window yang aktif berbeda, artinya setiap dokumen mempunyai perintah menu bar tersendiri.

- Button Bar berisi berbagai tombol untuk mengakses perintah yang sesuai. Sama seperti menu bar, button bar akan berubah sesuai dengan document window yang aktif.

- Tool Bar berisi bermacam fungsi yang dapat dijalankan. Jika mengklik salah satu fungsi, maka cursor akan berubah sesuai dengan fungsinya. Jenis tool bar juga akan berubah sesuai dengan document window yang aktif.

- Status Bar berfungsi untuk :
Keterangan tentang operasi yang dapat dilakukan
Gambaran singkat tentang menu yang dipilih
Gambaran singkat tentang button dan tool bar ketika cursor berada pada iconnya.
Menampilkan hasil pengukuran panjang dan luas

- Scale Bar menampilkan perbandingan skala yang sesuai dengan luasan peta yang ditampilkan. Skala ini akan muncul jika peta yang ditampilkan sudah memiliki unit peta.
- Position merupakan petunjuk dari koordinat lokasi pada posisi cursor berada.
CARA MEMBUKA ARCVIEW 3.3

Prosedurnya :
1. Klik icon ArcView pada desktop atau pilih start – all program – ESRI –ArcView GIS 3.3 - ArcView GIS 3.3, maka akan terbuka jendela baru seperti gambar di bawah ini



2. Kemudian pilih cancel pada jendela “welcome to ArcView GIS, maka akan muncul jendela seperti gambar berikut



3. Untuk membuka peta atau yang sering disebut theme, langsung saja klik NEW pada Untitled, lalu klik tanda (Add Theme) pada Button Bar dan di pilih derektori dimana peta di simpan. Berikut hasil peta yang sudah dibuka



CARA MEMOTONG AREAL SESUAI DAERAH PENELITIAN SAJA

Job : memotong sungai sesuai daerah penelitian yaitu kecamatan tiga juhar
Bahan : peta sungai Deliserdang dan peta Admser dari bang Remon
Prosedurnya :


1. di buka jendela ArcView - cancel pada welcome kemudian klik (Add Theme) pada Button Bar dan di pilih derektori dimana peta Admser i bang Remon di simpan lalu OK. Setelah peta admser terbuka kemudian klik lagi add theme untuk membuka peta sungai deliserdang







2. sebelum memotong sungainya, kita harus terlebih dahulu memotong kecamatan tiga juhar dari peta admser caranya adalah klik kiri sekali admser pada view 1 – lalu klik (open theme table) pada button bar sampai muncul atribut of admser – lalu klik (query builder) – lalu double klik [N_Kec] pada field – lalu single klik tanda = (sama dengan) – kemudian doble klik “STM Hulu” pada value – lalu klik New Set





3. maka akan terdapat satu baris dari atribut admser yang berwarna kuning, baris itu adalah data tentang kecamatan stm hulu, setelah itu klik window – lalu pilih view 1 – kemudian pilih theme dan pilih convert to shapefile – kemudian disimpan di folder deliserdang pada folder dari Remon dan diganti nama pada File Name dengan kecamatan stm hulu – lalu ok – bila ada pertanyaan yang muncul klik yes – centang peta kec stm hulu yang baru kita buat – kemudian klik pete admser satu kali lalu pilih edit – lalu delete theme – lalu bila muncul pertanyaan klik yess to all
4. sekarang peta yang ada pada view 1 hanya 2 peta yaitu peta sungai dan peta kec stm hulu
5. posisi peta sungai harus di atas, peta dapat digeser dengan klik tahan pada salah satu peta kemudian digeser ke atas dan ke bawah





6. kemudian untuk memotong sungainya pilih view – lalu geoprocessing wizard – pilih clip - next – pada specifi the output file disimpan peta pada folder deliserdang dari file remon dengan nama sungai stm hulu – ok – finish – klik sungai stm hulu yang baru selesai diproses – klik sekali peta sungai deliserdang kemudian edit lalu delete theme kemudian yes to all – dan job pun selesai dengan sungai pada kecamatan stm hulu saja.

Nb : untuk membesarkan view caranya double klik pada garis biru view 1, untuk membesarkan peta caranya klik satu kali pada peta sungai stm hulu kemudian klik (zoom to active theme.







HASIL AKHIR

TUGAS 1

Job : memotong peta kawasan 44 deliserdang, peta jalan, peta tghk, dan peta pemukiman hanya pada wilayah stm hulu saja
Bahan : peta kec stm hulu, peta kawsan 44 deliserdang, peta jalan, peta tghk, dan peta pemukiman
Prosedur :
1. setelah di buat peta sungai pada kecamatan stm hulu saja, maka dapat dibuat peta kawasan hutan, peta jalan, peta tghk, peta , dan peta pemukiman
2. lakukan langkah kerja sesuai dengan prosedur di atas
3. mungkin akan terdapat kesulitan pada tahap geoprocessing
4. dalam pembuatan peta ini diperlukan logika untuk menyelesaikannya
5. hasil akhir akan berupa peta overley yaitu peta kec stm hulu, peta kawasan 44 stm hulu, peta jalan stm hulu, peta tghk stm hulu, dan peta pemukiman stm hulu
6. HASILNYA SEPERTI PETA-PETA BERIKUT

Peta Jalan di STM hulu


Peta Kawasan 44 di STM hulu


Peta TGHK di STM hulu


Peta Pemukiman di STM hulu


SELAMAT MENCOBA YAH….




















MERUBAH WARNA PADA TAMPILAN VIEW


Job : mengubah warna tamipilan peta berbagai jenis peta
Bahan : peta kawasan 44 kec STM Hulu
Prosedur :
1. Di buka peta kawsan 44
2. Doble klik peta TGHK ( ) pada view
3. Pilih unique value pada legend type






4. Dipilih “ket” pada values field, kemudian klik apply














5. Maka warna peta akan berubah sesuai keterangan yang ada pada peta



TUGAS 2

Job : rubahlah warna tampilan peta tghk berdasarkan “nama” pada values field nya
Bahan : peta TGHK kec STM Hulu
Berikut hasil perubahan warnanya


Nb : warna yang telah dirubah tersebut dapat di edit kembali dengan warna sesuai keinginan kita, caranya dengan mendouble klik pada masing-masing keterangan misalnya , lalu dipilih pada color palette dan di pilih warnanya.

MENGOVERLEYKAN BEBERAPA PETA
Job : menggabungkan beberapa peta menjadi satu dalam satu tampilan (view)
Bahan : peta kec stm hulu, peta jalan, peta sungai , dan peta TGHK stm hulu
Prosedur :
1. Di buka ke empat peta tersebut
2. Berikut posisi peta tersebut : peta sungai, jalan, tghk, dan kec stm hulu (dari atas ke bawah)

3. Di rubah masing-masing warna peta dengan warna yang sesuai, dengan cara mendouble klik simbolnya dan pilih warnanya pada

TUGAS 3
Job dan Bahan seperti di atas yaitu ke empat peta
Fokusnya adalah memberikan tampilan yang lebih menarik dan mudah dipahami dengan merubah warnanya untuk masing-masing peta



LAYOUT

Job : membnuat layout (hasil akhir dari pengolahan peta) untuk peta TGHK STM Hulu
Bahan : sama seperti bahan di atas yaitu peta kec stm hulu, peta jalan, peta sungai , dan peta TGHK stm hulu
Dalam pembuatan Layout di ArcView terdapat 2 cara yaitu otomatis dan manual, namun dalam hasilnya lebih bagus yang manual sebab dapat di edit sesuai imajinasi seseorang. Sebelum melakukan Layout diharuskan sudah membuat tampilan di view yang bagus dan mudah dimengerti.
Prosedur layout otomatis
1. Setelah keempat peta sudah ditampilkan dengan sempurna baik kombinasi warna dan bentuknya maka pilih menu view – layout – landscap
2. Di ganti tulisan view menjadi judul peta, caranya dengan mendouble klik pada tulisan view, kemudian diganti dengan judul petanya “peta tghk kecamatan stm hulu” setelah di edit judul tersebut dapat digeser dengan tanda panah yang ada di monitor PC/Laptop.




Prosedur Layout Manual
1. Sebelum membuka jendela layout diharuskan tampilan view sudah sesuai dengan peta semestinya. Seperti warna jalan merah, warna sungai biru, warna batas kecamatan hitam, dan kombinasi warna yang proporsional.
2. Cara membuat warna jalan merah yaitu double klik ( ) maka akan muncul gambar sbb:

3. Lalu double klik tanda pada symbol, maka akan muncul gambar sebagai berikut :

4. Lalu pilih , maka akan muncul gambar sbb:

5. Untuk garis pilih foreground pada color, dan pilih warna merah untuk jalan, lalu apply
6. Begitu juga dengan sungai dirubah menjaadi warna biru
7. Untuk kecamatan STM Hulu dibuat menjadi warna putih, maka warna peta akan tampil sbb:

8. Kemudian pilih windows pada menu bar dan pilih untiled



9. Maka akan muncul jendela sebagai berikut, kemudian pilih layout dan klik new



10. Maka akan muncul gambar sebagai berikut

11. Lalu di pilih layout dan page setup dan di zoom dengan

12. Pilih page size a4, units centimeter, orientation landskap, dan output orientationnya high


13. Lalau diklik kiri tahan pada symbol



14. Kemudian klik dari kiri atas ke kanan bawah secara diagonal

15. Kemudian pilih view 1 pada view , lalu pilih user specific sale dan tentukan skalanya yaitu 1 : 50000, dan ok




16. Maka hasilnya sbb:

17. Setelah itu klik gratikular untuk membuat lintang dan bujurnya

18. Lalu next


19. Kemudian di isi sesuai data di bawah ini

20. Kemudian next
21. Lalu di isi data seperti di bawah ini dan klik next

22. Lalu centang align around the graticular

23. Klik preview dan klik finish

24. Berikut hasilnya

25. Lalu klik
26. Dan klik bebas di ujung kanan atas


27. Dan ketikkan seperti di bawah dan ok

28. Untuk merubah jenis dan ukuran font klik windows dan show symbol…..

29. Kemudian tentukan ukurannya

30. Lalu klik tanda arrow
31. Setelah itu pilih jenis tanda arah nya dan ok

32. Kemudian klik tanda panah untuk menggeser dan memperbesar ukuran

33. Berikut hasilnya

34. Untuk membuat skala klik tanda scale
35. Lalu muncul gambar sepert di bawah ini dan klik view 1 isikan data sesuai di bawah ini dan ok


36. Berikut hasilnya

37. Lalu untuk membuat tulisan “keterangan” klik
38. Isikan data seperti di bawah

39. Lalu pilih windows view 1

40. Klik sekali pada kolom jalan





41. Pilih theme dan propertis


42. Isikan tulisan jalan

43. Kemudian klik sekali kolom sungai

44. Isikan nama sungai stm hulu






45. Klik sekali pada kolom tghk dan isikan nama tghk


46. Klik kolom kec stm hulu lalu pilih theme dan hide legend







47. Pilih windows layout 1 dan save projek as dan simpan di folder deliserdang dari remon dengan nama tghk tutor layout









48. Pilih windows dan klik tghk tutor layout dan klik view new



49. Kemudian add theme masukkan peta admser




50. Doble klik peta admser dang anti warnanya menjadi putih

51. Kemudian masukkan peta kec stm hulu
52. Lalu pilih window layout 1






53. Berikut hasilnya

54. Lalu pilih kemudian pilih view 2 dan ok

55. Pilih view 2 lagi dan ok



56. Isikan data seperti di bawah ini

57. Isikan juga data di bawah ini

58. Isikan data seperti di bawah ini

59. Lalu klik lambing dan beri judul


60. Hasil akhir layout



THANKS………..!!!!!!!!!!!!

NB : untuk tutorial yang lebih jelas silahkan hubungi admin.

Tidak ada komentar: