cintai lingkungan hidup di sekitar kita

welcome indonesian foretser's

Senin, 01 Februari 2010

KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI

MK. Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Medan, 21 Maret 2009


TAKE HOME EXAMS UTS
M.K. KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI

Dosen Pembimbing :
ONRIZAL, S.Hut, M.Si

Oleh :
HARRY KURNIAWAN
071201001
MANAJEMEN HUTAN










PROGRAM STUDI MANAJEMEN HUTAN
DEPARTEMEN KEHUTANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2 0 0 8
I. EKOSISTEM UTAMA DI INDONESIA DAN PERANANYA
DALAM KSDH
Kondisi hutan di Indonesia saat ini mengalami kerusakan yang sangat
parah yang disebabkan oleh ulah manusia dalam melakukan penebangan liar,
pembukaan lahan untuk pertanian dengan cara pembakaran lahan, ladang
berpindah, dan sebagainya. Hutan primer merupakan gudang besar sumber daya
hayati yang dapat dimanfaatkan, selain hasil kayu, seperti buah-buahan,
karbohidrat, zat pewarna, minyak atsiri, pestisida, dan obat-obatan baik secara
langsung maupun dimanfaatkan sebagai sumber bahan genetika untuk pemuliaan
jenis atau kerabat yang telah dibudidayakan. Hutan ini mempunyai struktur yang
kompleks yang menciptakan lingkungan sedemikian rupa sehingga
memungkinkan beraneka ragam jenis dapat tumbuh di dalamnya
(Resosoedarmo dkk, 1992).

1. Ekosistem Darat

A. Savanna
Savana dari daerah tropika terdapat di wilayah dengan curah hujan 40 – 60
inci per tahun, tetapi dengan musim kering yang berkepanjangan pada saat api
menjadi bagian penting dari lingkungan. Savana yang terluas di dunia terdapat di
Afrika; namun di Australia juga terdapat savana yang luas.

B. Ekosistem Hutan Tropika
luas ekosistem hutan tropika di hutan Indonesia seluas 10,85 % dari luas
total ekosistem hutan tropika dunia. Seluruh kawasan hutan di Indonesia
merupakan kawasan ekosistem hutan tropika Melihat hal ini tentunya
pengetahuan tentang karakteristik ekosistem hutan tropika sangat diperlukan guna
menunjang pembangunan kehutanan di Indonesia yang berbasis pada ekologi dan
kelestarian.


2. Ekosistem Perairan

A. Ekosistem Danau
Danau adalah salah satu bentuk ekosistem yang menempati daerah tang
relative kecil pada permukaan bumi dibandingkan dengan habitat laut dan daratan.
Bagi manusia kepentingannya jauh lenih berarti dibandingkan dengan
luasdaerahnya. Untuk memenuhi kpentingan manusia, lingkungan sekitar danau
diubah untuk dicocokkan dengan cara hidup dan bermukim manusia. Ruang dan
tanah disekitar kawasan ini dirombak untuk menampung berbagai bentuk kegiatan
manusia seperti pemukiman, prasarana jalan, saluran limah rumah tanga, tangga
pertanian, rekreasi dan sbagainya.

B. Ekosistem terumbu karang
untuk ekosistem terumbu karang World Resource Institute (WRI) (2002)
mengestimasi bahwa luas terumbu karang di Indonesia adalah sekitar 51.000 km2.
Angka ini belum mencakup terumbu karang di wilayah terpencil yang belum
dipetakan atau yang berada di perairan agak dalam (inland waters). Jika estimasi
ini akurat maka 51% terumbu karang di Asia Tenggara atau 18% terumbu karang
di dunia berada di perairan Indonesia. Sebagian besar dari terumbu karang ini
bertipe terumbu karang tepi (fringing reefs) yang berdekatan dengan garis pantai
sehingga mudah diakses oleh masyarakat sekitar.
3. Ekosistem pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut, dan
daerah pasang surut.Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut
laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat
melekat erat di substrat keras. Daerah paling atas pantai hanya terendam saat
pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan
remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai.
Peranan Ekosistem-Ekosistem Tersebut Dalam Konservasi Sumber
Daya Alam Hayati adalah : bahwa ekosistem-ekosistem diatas secara keseluruhan memiliki fungsi yang sama
yaitu, menjaga kelestarian dari sektor flora maupun faunanya. Ekosistem-
ekosistem diatas juga menjaga kelestarian flora dana fauna yang endemik atau ciri
khas suatu daerah yang tidak iisa dipindahkan kedaerah lain. Jika keseimbangan
ekosistem itu terganggu, maka kehidupan satwa dan tumbuhan didalamnya juga
terganggu, mungkin saja berujung pada kepunahan.
Lampian :
1.Resosoedarmo, R.S. 1992. Pengantar Ekologi. Penerbit PT. Remaja Rosdakarya.
Bandung

2.www.ilmupedia .com


II. HABITAT

Habitat adalah merupakan suatu keadaan yang lebih umum yang
merupakan tempat dimana organisme terbentuk dari keadaan luar yang ada disitu,
baik secara langsung maupun tidak langsung mempengaruh organisme tersebut
(Wolf, 1990).
Habitat (berasal dari kata dalam bahasa Latin yang berarti menempati)
adalah tempat suatu spesies tinggal dan berkembang. Pada dasarnya, habitat
adalah lingkungan—paling tidak lingkungan fisiknya—di sekeliling populasi
suatu spesies yang mempengaruhi dan dimanfaatkan oleh spesies tersebut.
Menurut Clements dan Shelford (1939), habitat adalah lingkungan fisik yang ada
di sekitar suatu spesies, atau populasi spesies, atau kelompok spesies, atau
komunitas (Anonimous, 2009).
Lampiran :
Wolf, L.L. 1990. Ekologi Umum. UGM Press.Yogyakarta.
www.wikipedia.co.id
III. CONTOH BERBAGAI HABITAT BERUPA TIPE HUTAN
DAN APA DUKUNGANNYA TERHADAP
KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN ANCAMANNYA

Habitat Berupa Tipe Hutan
1) Hutan pantai
Terdapat di daerah-daerah kering tepi pantai, tidak terpengaruh oleh iklim, tanah
berpasir dan berbatu-batu dan terletak di garis pasang tertinggi. Jenis pohon yang
terdapat diantaranya adalah Barringtonia speciosa, Terminalia cattapa,
Callophyllum inophylum, Hibiscus tiliaceus, Casuarina equisetifolia dan Pisonia
grandis.
2) Hutan Rawa
Terdapat dua tipe hutan rawa yang dapat ditemukan di Gunung Palung,
yaitu rawa air tawar dan rawa gambut. Perbedaan utama di antara keduanya
terletak pada sumber penyedia kebutuhan air bagi keduanya. Rawa air tawar
biasanya memperoleh air dari kawasan pesisir, danau dan sungai yang ada
didekatnya

3) Hutan Pegunungan (montana)
Hutan Pegunungan (Montana) dapat ditemukan pada ketinggian antaia 400 - 800
meter dari permukaan laut dan biasanya dicirikan oleh flora dan fauna serta
keberadaan gunung disekitanya seperti Gunung Palung dan Gunung Panti. Flora
dan fauna yang ditemukan di sini berbeda dengan tumbuh-turnbuhan di tipe hutan
lainnya, karena telah mengadopsi strategi dalam menanggulangi kondisi
lingkungan yang keras.

4) Hutan Mangrove Pesisir
Mangrove (atau Mangal) adalah nama kolektif untuk tiga tumbuhan yang
hidup di pantai berlumpur yang berada dalam zone pasang surut atau dari titik
tertinggi hingga ke titik terendah pergerakan air. Mangrove bisa dijumpal pada
delta-delta, sungai besar, laguna dan sepanjang pesisir pantai.
Dukungan Terhadap Keanekaragaman Hayati adalah :
• Menjaga keseimbangan ekosistem dan interaksi antara komponen-
komponen yang ada di dalamnya. • Melindungi dan menjaga kehidupan flora dan fauna supaya tidak punah
Menciptakan kondisi lingkungan (habitat) yang sesuai oleh jenis-jenis
flora dan fauna tertentu.

Sedangkan Ancamannya adalah :
• Gangguan Internal, seperti, kebakaran hutan, gempa, gunung meletus dan
banjir.
• Akibat rusaknya lingkungan, mengakibatkan kehidupan suatu ekosistem
tidak seimbang.
• Habitat yang sudah tidak lestari menyebabkan banyak jenis endemik yang
tak dapat bertahan hidup.
Lampiran :
www.google.co.id. habitat tipe hutan.


IV. CONTOH BERBAGAI HABITAT DARATAN
/TERESTERIAL SELAIN HUTAN DAN APA DUKUNGANNYA
TERHADAP KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN
ANCAMANNYA
Habitat daratan selain hutan
1. Bioma Gurun dan Setengah Gurun
Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara,
Afrika Utara, Australia dan Asia Barat. Ciri-irinya adalah:
Curah hujan sangat rendah, + 25 cm/tahun ;Kecepatan penguapan air lebih
cepat dari presipitasi ;Kelembaban udara sangat rendah ;Perbedaan suhu siang
haridenganmalamharisangattinggi(siangdapat mencapai 45 C, malam dapat turun
sampai 0 C) ;Tanah sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air
2. Bioma Padang Rumput Andropogon gayanus adalah tanaman tahunan , tumbuh membentuk
rumpun, tinggi sampai 3 m. banyak terdapat di Negeria utara dan dibagian-bagian
Afrika dengan musim kering yang panjang. Dikembangbiakan dengan sobekan
rumpun atau biji (Mcilroy, 1976).
3. Bioma Sabana
Bioma sabana adalah padang rumput dengan diselingi oleh gerombolan
pepohonan. Berdasarkan jenis tumbuhan yang menyusunnya, sabana dibedakan
menjadi dua, yaitu sabana murni dan sabana campuran.
4. Bioma Hutan Tropis
Bioma hutan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman
jenis tumbuhan dan hewan yang paling tinggi. Meliputi daerah aliran sungai
Amazone-Orinaco, Amerika Tengah, sebagian besar daerah Asia Tenggara dan
Papua Nugini, dan lembah Kongo di Afrika. Ciri-ciri: Curah hajannya tinggi,
merata sepanjang tahun, yaitu antara 200 - 225 cm/tahun ;
5. Hutan Musim
Di daerah tropis, selain hutan tropis terdapat pula hutan musim.Ciri tumbuhan
yang membentuk formasi hutan musim: Pohon-pohonnya tahan dari kekeringan
dan termasuk tumbuhan tropofit, artinya mampu beradaptasi terhadap keadaan
kering dan keadaan basah pada saat musim kemarau (kering), daunnya
meranggas, sebaliknya saat musim hujan, daunnya lebat.
6. Hutan Lumut
Hutan lumut banyak ditemukan di lereng gunung atau pegunungan yang
terletak pada ketinggian di atas batas kondensasi uap air. Disebut hutan lumut
karena vegetasi yang dominan adalah tumbuhan lumut. Lumut yang tumbuh tidak
hanya di permakean tanah dan bebatuan, tetapi mereka pun menutupi batang-
batang pohon berkayu. Jadi pada hutan lumut, yang tumbuh tidak hanya lumut
saja, melainkan hutan yang banyak pepohonannya yang tertutup oleh lumut. Sepanjang hari hampir selalu hujan karena kelembaban yang tinggi dan suhu
rendah menyebabkan timbulnya embun terus-menerus.
7. Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest)
Ciri khas bioma hutan gugur adalah tumbuhannya sewaktu musim dingin,
daun-daunnya meranggas. Bioma ini dapat dijumpai di Amerika Serikat, Eropa
Barat, Asia Timur, dan Chili. Ciri-ciri:Curah hujan merata sepanjang tahun, 75 -
100 cm/tahun ; Mempunyai 4 musim: musim panas, musim dingin, musim gugur
dan musim semi ; Keanekaragaman jenis tumbuhan lebih rendah daripada bioma
hutan tropis.
8. Bioma Hutan Taiga / Hutan Homogen
Bioma ini kebanyakan terdapat di daerah antara subtropika dengan daerah
kutub, seperti di daerah Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska, Kanada. Ciri-ciri
bioma hutan taiga:Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup
tinggi, pada musim panas suhu tinggi, pada musim dingin suhu sangat rendah ;
Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3
sampai 6 bulan.
9. Hutan Bakau / Mangrove
Hutan bakau/mangrove banyak ditemukan di sepanjang pantai yang landai
di daerah tropik dan subtropik. Tumbuhan yang dominan adalah pohon bakau
(Rhizophora sp), sehingga nama lainnya adalah hutan bakau, selain pohon bakau
ditemukan pula pohon Kayu Api (Avicennia) dan pohon Bogem (Bruguiera).Ciri-
ciri:Kadar garam air dan tanahnya tinggi ; Kadar O2 air dan tanahaya rendah ;
Saat air pasang, lingkungannya banjir, saat air surut lingkungannya becek dan
herlumpur.
Dukungannya Terhadap Keanekaragaman Hayati adalah :
1) Sebagai wadah tempat pelarian satwa yang ada di sekitar hutan jika
ekosistem hutan telah rusak. 2) Sebagai pembanding antara keanekaragaman hayati yang ada di hutan
dan selain hutan.
Ancamannya adalah :
1) Akibat gangguan manusia, hilangnya fungsi dari ekosistem sebagai
tempat/habitat satwa dan flora karena gannguan dari manusia.
2) Cara pembukaan perladangan, perkebunan, dan pembukaan lahan yang
tidak teratur mengakibatkan rusaknya dan hilangnya ekosistem selain
hutan.
3) Pemamfaatan sumber daya alam yang berlebihan
4) Pencemaran lingkungan
Lampiran :

1.Mcilroy, R.J. 1976. Pengantar Budidaya Padang Rmput Tropika. Pradnya
Paramitha. Jakarta.

2.http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0140%
20Bio%203-5c.htm

V. CONTOH BERBAGAI HABITAT PERAIRAN DAN APA
DUKUNGANNYA TERHADAP KEANEKARAGAMAN
HAYATI DAN ANCAMANNYA
1. Danau
Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai
dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter per segi.Di danau terdapat
pembagian daerah berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat
ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik.
Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. Di danau juga
terdapat daerah perubahan temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin
memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar.
2.Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai
dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi
sesuai dengan ketinggian dan garis lintang. Fungsi ekosistem sungai
mempengeruhi nyata terhadap penelitian ekonomi sungai dengan menggunakan
pendekatan keseimbangan massa pada ekologi ekosistem sungai (Polunin, 1997).
3. Terumbu Karang
Ekosistem terumbu karang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor
lingkungan laut seperti tingkat kejernihan air, arus, salinitas dan suhu. Tingkat
kejernihan air dipengaruhi oleh partikel tersuspensi antara lain akibat dari
pelumpuran dan ini akan berpengaruh terhadap jumlah cahaya yang masuk ke
dalam laut, sementara cahaya sangat diperlukan oleh zooxanthella yang
fotosintetik dan hidup di dalam jaringan tubuh binatang pembentuk terumbu
karang.
4. Estuari
Estuari berasal dari kata aetus yang artinya pasang-surut. Estuari
didefinisikan sebagai badan air di wilayah pantai yang setengah tertutup, yang
berhubungan dengan laut bebas. Oleh karena itu ekosistem ini sangat dipengaruhi
oleh pasang surut dan air laut bercampur dengan air darat yang menyebabkan
salinitasnya lebih rendah daripada air laut. Muara sungai, rawa pasang-surut, teluk
di pantai dan badan air di belakang pantai pasir temasuk estuari.
Dukungan dari Tipe Habitat Perairan Tehadap Keanekaragaman
Hayati adalah :
1) Menjaga dan menyeimbangkan komposisi komponen-komponen
penyususn di dalamnya
2) Adanya berbagai flora dan fauna yang terdapat di habitat perairan
memperkaya tentang keanekaragaman jenis dalam sebuah ekosistem
3) Jenis-jenis spesies yang langkah baik flora maupun fauna yang ada akan
membuat ekosistem di perairan menjadi indah dan menarik
Ancamannya adalah :

1) Semakin meningkatnya penggunaan bahan peledak untuk mencari ikan
di berbagai lingkungan terumbu karang di Indonesia. Denagn rusaknya terumbu karang berarti rusaknya habitat ikan dan ekosistem bawah laut
dan berakhir kepada kepunahan .
2) Peningktan pemanfaatan hutan bakau atau mangrove untuk berbagai
jenis keperluan juga konversi wilayah mangrove menjadi persawahan,
pertambkan, dan perindustrian. Dengan hilangnya hutan bakau maka
akan menurunnya produktifitas perikanan disekitarnya karena hilangnya
habtat ikan juga akan meningkatkakn penyakit malaria
3) Penambangan karang berlebihan untuk pembuatan kapur, bahan
bangunan dan fondasi jalan.
4) Masalah penangkapan ikan dengan menggunakan pukat harimau sangat
erat hubungannya dengan masalah kelestarian suber daya alam laut,
khususnya yang hayati di perairan pantai.
5) Pengambilan karang berlebihan untuk diperdagangkan
Lampiran :
Polunin, N. 1997. Teori Ekosistem dan penerapannya. Gadjah Mada
University Press. Yogyakarta.

Tidak ada komentar: